User Tools

Site Tools


start

Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

start [2023/10/25 19:15] – [1. Karang Kubah (Porites nodifera)] aulianastart [2024/09/22 20:03] (current) – external edit 127.0.0.1
Line 42: Line 42:
 ===== Kondisi Geografis dan Gambaran Umum Pulau Biawak ===== ===== Kondisi Geografis dan Gambaran Umum Pulau Biawak =====
  
-Pulau Biawak dan sekitarnya adalah kawasan konservasi laut daerah yang terletak di sebelah utara Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Lokasinya sekitar 40 km dari Pantai Indramayu dengan posisi 05o56’002” LS dan 108o22’015” BT dengan luas 125 Ha. Dasar hukum Penetapan Pulau Biawak dan sekitarnya sebagai Kawasan Konservasi dan Wisata Laut adalah SK Bupati Indramayu No. 556/Kep.528 Diskanla/2004 yang dikeluarkan pada tanggal 7 April 2004. KKLD Pulau Biawak terletak di sebelah utara Indramayu dapat dijangkau dengan menggunakan kapal nelayan atau kapal sewaan. Akses menuju pulau ini berasal dari beberapa daerah sekitarnya, misalnya Brondong dan Karangsong. Untuk menuju pulau tersebut harus memakai perahu yang disewa dari nelayan karena tidak ada angkutan khusus yang berangkat setiap hari. Perjalanan menuju Pulau Biawak dapat ditempuh dengan memakan waktu ± 2-4 jam. +Pulau Biawak dan sekitarnya adalah kawasan konservasi laut daerah yang terletak di sebelah utara Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Lokasinya sekitar 40 km dari Pantai Indramayu dengan posisi 05o56’002” LS dan 108o22’015” BT dengan luas 125 Ha. Dasar hukum Penetapan Pulau Biawak dan sekitarnya sebagai Kawasan Konservasi dan Wisata Laut adalah SK Bupati Indramayu No. 556/Kep.528 Diskanla/2004 yang dikeluarkan pada tanggal 7 April 2004. KKLD Pulau Biawak terletak di sebelah utara Indramayu dapat dijangkau dengan menggunakan kapal nelayan atau kapal sewaan. Akses menuju pulau ini berasal dari beberapa daerah sekitarnya, misalnya Brondong dan Karangsong. Untuk menuju pulau tersebut harus memakai perahu yang disewa dari nelayan karena tidak ada angkutan khusus yang berangkat setiap hari. Pada Perjalanan menuju Pulau Biawak dapat ditempuh dengan memakan waktu ± 2-4 jam. 
  
 {{:geografis_pulau_biawak.mp4?direct&600|}} {{:geografis_pulau_biawak.mp4?direct&600|}}
  
-Pulau Biawak dan sekitarnya terdiri dari tiga pulau kecil, yaitu Pulau Biawak atau yang dikenal juga dengan Pulau Rakit, Pulau Gosong, dan Pulau Candikian (Pulau Rakit Utara). Pulau Gosong tidak berpenghuni dan hanya terdapat ekosistem mangrove dan juga keindahan bawah laut terutama terumbu karang yang masih bagus. Dari Pulau Biawak, memakan waktu ± 1 jam ke pulau ini. Sementara itu, Pulau Cendekian terletak di sebelah timur Pulau Gosong dan sama dengan Pulau Gosong ini tidak berpenghuni, hanya terdapat ekosistem mangrove dan terumbu karang. Terumbu karang langsung dapat dijumpai pada kedalaman satu meter. Kondisi geografis pulau ini mempunyai tipe pasang surut ganda campuran dengan suhu permukaan laut yang hampir sama dengan Pulau Biawak, yakni sekitar 29oC. Karakteristik lainnya seperti DO berkisar 4-5,7 mg/L dengan pH 7,06. Untuk kondisi angin mempunyai kecepatan sekitar 0,5-1,8 m/s, sedangkan arus 0,15-1 m/s.+Pulau Biawak dan sekitarnya yaitu terdiri  dari tiga pulau kecil, yaitu Pulau Biawak atau yang dikenal juga dengan Pulau Rakit, Pulau Gosong, dan Pulau Candikian (Pulau Rakit Utara). Pulau Gosong tidak berpenghuni dan hanya terdapat ekosistem mangrove dan juga keindahan bawah laut terutama terumbu karang yang masih bagus. Dari Pulau Biawak, memakan waktu ± 1 jam ke pulau ini. Sementara itu, Pulau Cendekian terletak di sebelah timur Pulau Gosong dan sama dengan Pulau Gosong ini tidak berpenghuni, hanya terdapat ekosistem mangrove dan terumbu karang. Terumbu karang langsung dapat dijumpai pada kedalaman satu meter. Kondisi geografis pulau ini mempunyai tipe pasang surut ganda campuran dengan suhu permukaan laut yang hampir sama dengan Pulau Biawak, yakni sekitar 29oC. Karakteristik lainnya seperti DO berkisar 4-5,7 mg/L dengan pH 7,06. Untuk kondisi angin mempunyai kecepatan sekitar 0,5-1,8 m/s, sedangkan arus 0,15-1 m/s.
 Sesungguhnya nama pulau tersebut adalah Pulau Rakit, tetapi oleh Pemkab Indramayu dinamakan Pulau Biawak karena di pulau ini banyak dijumpai satwa liar yang justru menjadi ciri khasnya, yakni biawak (Varanus salvator). Satwa ini tergolong unik karena hidup di habitat air asin. Setiap menjelang matahari terbenam, puluhan biawak dengan panjang antara 20 cm hingga 1,5 m terlihat berenang di tepian pantai tengah berburu ikan untuk kebutuhan makannya. Setiap menjelang matahari terbenam, puluhan biawak terlihat berenang di tepian pantai. Sesungguhnya nama pulau tersebut adalah Pulau Rakit, tetapi oleh Pemkab Indramayu dinamakan Pulau Biawak karena di pulau ini banyak dijumpai satwa liar yang justru menjadi ciri khasnya, yakni biawak (Varanus salvator). Satwa ini tergolong unik karena hidup di habitat air asin. Setiap menjelang matahari terbenam, puluhan biawak dengan panjang antara 20 cm hingga 1,5 m terlihat berenang di tepian pantai tengah berburu ikan untuk kebutuhan makannya. Setiap menjelang matahari terbenam, puluhan biawak terlihat berenang di tepian pantai.
  
Line 52: Line 52:
  
 Keunikan lain yang dimiliki Pulau Biawak adalah berdirinya sebuah mercusuar peninggalan Belanda. Pada masa pemerintahan belanda pulau ini telah dibuat Mercusuar yang digunakan sebagai petanda bagi hilir mudiknya perahu belanda. Mercusuar ini sekarang telah berumur 151 tahun dibangun pada masa pemerintahan Z.M. Willem III pada tahun 1872. Mercusuar ini terdiri dari ribuan anak tangga dengan tinggi kurang lebih sekitar 65 meter, dengan lampu suar bertenaga surya. Sampai sekarang mercusuar ini masih kokoh berdiri walaupun telah berapa kali mengalami perbaikan pada anak tangganya yang telah keropos dimakan oleh jaman dan masih berfungsi sebagai petanda bagi para nelayan atau pun kapal lainnya. Di pulau ini juga terdapat beberapa makam belanda dan syeh diantaranya adalah makam Syeh Syarif Hasan. Menurut kesaksian Pak Wahyu dan Pak Taryono (penjaga pulau), Syeh Sarif Hasan merupakan orang Cirebon yang menyebarkan agama islam di wilayah Jawa Barat Keunikan lain yang dimiliki Pulau Biawak adalah berdirinya sebuah mercusuar peninggalan Belanda. Pada masa pemerintahan belanda pulau ini telah dibuat Mercusuar yang digunakan sebagai petanda bagi hilir mudiknya perahu belanda. Mercusuar ini sekarang telah berumur 151 tahun dibangun pada masa pemerintahan Z.M. Willem III pada tahun 1872. Mercusuar ini terdiri dari ribuan anak tangga dengan tinggi kurang lebih sekitar 65 meter, dengan lampu suar bertenaga surya. Sampai sekarang mercusuar ini masih kokoh berdiri walaupun telah berapa kali mengalami perbaikan pada anak tangganya yang telah keropos dimakan oleh jaman dan masih berfungsi sebagai petanda bagi para nelayan atau pun kapal lainnya. Di pulau ini juga terdapat beberapa makam belanda dan syeh diantaranya adalah makam Syeh Syarif Hasan. Menurut kesaksian Pak Wahyu dan Pak Taryono (penjaga pulau), Syeh Sarif Hasan merupakan orang Cirebon yang menyebarkan agama islam di wilayah Jawa Barat
 +
 +Di sisi lain, keberadaan mercusuar itu justu menjadi daya tarik lain dari pulau yang memiliki luas dataran karang sekitar 1.560 hektare dan berpasir putih itu. Dari jumlah pulau itu, sekitar 200 hektare areal yang ditumbuhi berbagai jenis pohon seperti mangrove, kelapa, alang-alang, dan banyak tumbuhan lainnya. Tak hanya itu, di pulau ini pun terdapat satwa liar yang justru menjadi ciri khasnya, yakni biawak (Varanus salvator). Satwa ini tergolong unik karena hidup di habitat air asin. Setiap menjelang matahari terbenam, puluhan biawak dengan panjang antara 20 centimeter hingga 1,5 meter terlihat berenang di tepian pantai. Satwa-satwa itu memang tengah berburu ikan untuk kebutuhan makannya. Untuk mencapai objek wisata yang berjarak sekitar 26 mil laut dari pesisir Indramayu itu, dapat ditempuh dari empat titik, yaitu Pelabuhan Balongan, Karang Song, Eretan, dan Dadap. Dengan menggunakan perahu, perjalanan menuju objek wisata bahari yang secara administratif masuk wilayah Desa Brondong, Kecamatan Indramayu, memakan waktu sekitar empat hingga lima jam.
        
 {{:makam_pulau_biawak.jpg?direct&600|}} {{:makam_pulau_biawak.jpg?direct&600|}}
Line 197: Line 199:
 **Persebaran**: Ketapang merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara dan umum ditemukan di wilayah ini, kecuali di Sumatra dan Kalimantan yang agak jarang didapati di alam. Pohon ini biasa ditanam di Australia bagian utara dan Polinesia; demikian pula di India, Pakistan, Madagaskar, Afrika Timur dan Afrika Barat, Amerika Tengah, serta Amerika Selatan (Valkenburg & Waluyo, 1991). **Persebaran**: Ketapang merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara dan umum ditemukan di wilayah ini, kecuali di Sumatra dan Kalimantan yang agak jarang didapati di alam. Pohon ini biasa ditanam di Australia bagian utara dan Polinesia; demikian pula di India, Pakistan, Madagaskar, Afrika Timur dan Afrika Barat, Amerika Tengah, serta Amerika Selatan (Valkenburg & Waluyo, 1991).
  
-**Kegunaan**: Pepagannya dan daun-daunnya dimanfaatkan orang untuk menyamak kulit, sebagai bahan pewarna hitam, dan juga untuk membuat tinta (Heyne, 1987). Di kalangan penggemar ikan hias daun-daun ketapang dapat memperbaiki kesehatan dan memperpanjang umur ikan.+**Kegunaan**: Pepagannya dan daun-daunnya dimanfaatkan orang untuk menyamak kulit, sebagai bahan pewarna hitam, dan juga untuk membuat tinta (Heyne, 1987). Di kalangan penggemar ikan hias daun-daun ketapang dapat memperbaiki kesehatan dan memperpanjang umur ikan.  
 +Daun ketapang mengandung senyawa alami yang dapat membantu meningkatkan kesehatan ikan, seperti zat antiseptik, antioksidan, dan anti-inflamasi. Senyawa ini dapat membantu mencegah infeksi bakteri, virus, dan parasit pada ikan.
  
 **Kandungan**: Pepagan menghasilkan zat pewarna kuning kecokelatan sampai warna zaitun, dan mengandung 11–23% tanin; sementara daun-daunnya mengandung 12 macam tanin yang dapat dihidrolisis (Valkenburg & Waluyo, 1991). **Kandungan**: Pepagan menghasilkan zat pewarna kuning kecokelatan sampai warna zaitun, dan mengandung 11–23% tanin; sementara daun-daunnya mengandung 12 macam tanin yang dapat dihidrolisis (Valkenburg & Waluyo, 1991).
Line 941: Line 944:
  
 **Habitat**: Burung ini menempati area terbuka dan menghindari area yang dingin, cuaca basah, area bervegetasi rapat seperti hutan. Ketika musim dingin burung ini akan pergi ke daerah yang lebih kering seperti sabana dan padang rumput. Sarangnya di pohon tua dan bebatuan. **Penyebaran**: Burung ini tersebar luas di Eropa dan ada pula sebagian populasi yang menyebar di Timur tengah maupun selatan Afrika. Peran atau Manfaat: Sumber protein hewani. **Ditemukan di Wilayah**: Terestrial **Habitat**: Burung ini menempati area terbuka dan menghindari area yang dingin, cuaca basah, area bervegetasi rapat seperti hutan. Ketika musim dingin burung ini akan pergi ke daerah yang lebih kering seperti sabana dan padang rumput. Sarangnya di pohon tua dan bebatuan. **Penyebaran**: Burung ini tersebar luas di Eropa dan ada pula sebagian populasi yang menyebar di Timur tengah maupun selatan Afrika. Peran atau Manfaat: Sumber protein hewani. **Ditemukan di Wilayah**: Terestrial
 +Burung bangau putih di Eropa tengah kembali ke sarang yang dibuat pada tahun sebelumnya ketika akhir Februari hingga pertengahan April. Waktu musim kawin berlangsung dari April hingga September. Waktu perkembangan biak berlangsung selama 33-34 hari. Umumnya burung bangau putih ini menelurkan 3 hingga 5 telur dalam sekali musim kawin. Burung jantan dan betina bergantian dalam menjaga telur. Bulan pertama ketika telur burung ini menetas, anak burung ini akan dirawat secara konsisten oleh induknya. Burung akan belajar terbang selama 2 bulan. Setelah 2 bulan burung akan menjadi independen dan meraih kematangan seksual ketika berumur 3-5 tahun.
 +
 +**Makanan**
  
 +Burung ini merupakan burung karnivora. Biasanya burung ini memakan beberapa mamalia kecil, serangga besar, hewan amfibi, ular, kadal, cacing tanah, ikan, telur burung lainnya, moluska, dan krustasea.
 ==== 2. Burung Camar (Atricilla bonaparte) ==== ==== 2. Burung Camar (Atricilla bonaparte) ====
  
start.1698236120.txt.gz · Last modified: 2024/09/22 20:03 (external edit)

Donate Powered by PHP Valid HTML5 Valid CSS Driven by DokuWiki